Journey to the Puncak-Bogor, 22-23 Februari 2014

HARI PERTAMA

Hujan mengguyur Jakarta dari subuh hingga malam hari, hampir 15 jam dan terus berjalan, namun hal ini tidak menyurutkan keinginan kami untuk melakukan trip yang telah direncanakan jauh2 hari, dengan perjuangan ekstra melalui ribuan rintangan kami hadapi, kayak Tom Sam Chong lah mengambil kitab suci. Nah begini nih cerita selengkapnya :
Pertama si S datang ke tempat si RD, rencana jam 9, eh jam 07.50 udah di bawah, si RD baru kebangun jam 08.10, akhirnya di jemputlah si S di bawah. Setelah menunggu sampai jam 9, si S menghubungi B untuk di jemput di Ind*mart deket b*nus. Dengan modal taksi, si RD dan S menjemput B sekitar 10.30, di perjalanan saat menjemput, taksinya menerobos banjir hingga cover depan mesin mobil yang berbahan plastik copot dan terseret hingga sekitar 30meter. Sungguh malang nasib supir taksi ini. Nah setelah pick si B, kami melanjutkan ke end point, yaitu PIM, untuk bertemu si N dan C yang telah menunggu dirumahnya dekat situ dan MN yang sedang otewe.

Kami janjian bertemu di PIM sekitar jam 12.30 dan langsung jalan ke puncak. Si S, B, dan RD sampai di PIM jam 11.00 dan menunggu si MN. Mereka jalan2 dulu sampai pada akhirnya si M datang pada pukul 12.10. Sampai saat ini masih sesuai planning kita. Rombongan mobil 1 dengan anggotanya W, RY, E, MD, dan V telah berangkat sekitar 13.30 langsung menuju puncak.

Namun nasib yang malang menimpa kami, hujan yang tidak  ada hentinya itu membuat jalanan di sekitar Jakarta lumpuh total sehingga susah dilalui mobil.  Karena itu si N tidak mendapat ijin dari ortunya. Sehingga si N dan C tidak ikut. Si S, B, RD, dan MN mulai bingung dengan apa mereka akan berangkat karena tidak ada mobil. Tiba2 si RD mencoba untuk memberanikan diri membawa mobilnya yang saat itu kondisi mobilnya kurang fit. Dimulailah perjalanan panjang dan perjuangan berat sampai titik darah penghabisan.

Quest 1 : Mencari Taksi menuju rumah

Perdebatan seru oleh RD dan Supir taksi karena gak mau anter kami ke rumah RD, yang akhirnya diselesaikan dengan persetujuan “yang lebih dekatnya aja baru berenti”.

Quest 2 : Melewati WATERBOM terbesar di dunia

Karena si taksi gak berani menerjang banjir yang ada di Taman Ratu, akhirnya sii S, B, RD, dan MN menerjang banjir dengan modal gulung celana, si B merelakan kakinya terluka dan lecet untuk meminjamkan sendalnya kepada di MN dengan modal nyeker. Karena tidak tega atas kebaikan hati si B, si MN spatunya di kresekin lalu dengan modal beli sandal jepit WOW seharga 50ribu (mumpung orang lagi butuh, dijual mahal, ckck). Serangan bertubi2 dari monster gede (truk dan mobil besar) melewati jalan, membuat gelombang dan akhirnya..Byurr!! celana pada basah semua. Kedinginan, Lapar, dan Gatel2 kami hiraukan walau sangat menyiksa.Berbekal keberanian dan nekat si B dengan gagah berani menerjang banjir hingga HAMPIR tenggelam karena mau masuk GOT sedalam 1 meter. Udah masuk got, baru diteriakin nci2 yang rukonya depan got itu  kalau situ ada got, ada2 aja nih nci. Kebayang kalo nyebur terus tinggal tangan doank, bakal terkenal tuh masuk berita. Sampai akhirnya berhasillah mereka di depan rumah RD dengan muka yang sangat lusuh.

Quest 3 : Ambil kunci rumah dimana mobil disimpan di kontrakan

Karena kunci rumah ada di kontrakan yang jaraknya tidak jauh dari rumah itu, si RD dan B dengan sisa2 tenaganya berjuang untuk berjalan kembali ke tujuan selanjutnya, yaitu ke kontrakan.

Quest 4 : Berpacu dengan waterpark

Tidak henti2nya quest kami selesai begitu saja, ditengah perjalanan kami di hadang oleh banjir lagi yang mencapai selutut kaki ORANG, bukan kaki TITAN, kalo itu namanya Jakarta tenggelam. Mendaki trotoar lewati got kami terus terobos dengan penuh perjuangan dan kerja keras.

Quest 5 : Membelah lautan atlantis atisss

Setelah kunci didapatkan dan kembali ke rumah, mereka membersihkan diri sejenak lalu mulai melakukan perjalanan selanjutnya dengan minimal sudah di dalam mobil😀 .Waktu itu jam sudah 18.30. Genangan lumayan parah, jalan dari keluar gate komplek hingga gerbang GV banjir. Dengan penuh harapan RD memacu mobil maticnya agar tidak mati ditengah jalan, kalau mati berabe udah. Yang paling mengesalkan. Saat bersiap2 melewati quest ini, dihadang oleh monster roda 2 yang tiba2 mogok seenak jidat depan mobil, bikin tambah emosi dan was2 aja. Untung mobil bisa diakali dengan gas terus dan mainkan remnya.

Quest 6 : Isi bahan bakar mobil

Tujuan utamanya sih cari nitrogen, tapi baru sadar bensin di mobil udah tinggal 2 bar, yah sekalian isi bensin dulu, kemudian baru mencari nitrogen.

Quest 7 : Isi Nitrogen ban mobil

Kami memutari Kemanggisan hingga hampir 40 menit terbuang sia2 karena pom bensin disekitar tersebut gak ada yang sediain nitrogen, dengan berpasrah diri ke pada Tuhan, kami melanjutkan perjalanan langsung menuju tol Cawang (Rp 8.000 per 22 Feb 2014) dengan berharap di rest area ada isi nitrogen. Sesampainya di KM 10, bukannya RD siap2 masuk, malah sejak awal di lajur kanan hngga akhirnya terlewat. Sungguh penyesalan tiada akhir, ckckck.

Akhirnya setelah keluar tol, terus mencari dan terus mencari, tiba2 terlihat cahaya berkilau penuh harapan tertulis “isi Nitrogen”. Seperti surga dunia berkilau tanpa batas (lebay banget sih, tapi waktu itu beneran kanan kirinya gelap, itu doang terang).

Quest 8 : Menuju end Point (Villa)

Akhirnya setelah semuanya selesai. Kami melanjutkan perjalan ke end point yang sebelumnya makan malam dahulu di RM Padang Simpang Raya dengan ayam pop nya yang yuhuuu~. Waktu itu makan malam sekitar pukul 22.30. Udah sepi banget, cuma kita yang makan disana.

Sesampainya di Villa, kami langsung melepas lelah dengan bercanda dan bertemu dengan rombongan mobil 1 yang telah berangkat siang hari tadi.dengan ngemil dan jajan seadanya, kami berbincang2 dan bercerita hingga larut malam. Ada yang baru tidur jam 03.30. Sungguh perjalanan yang sangggaaatt panjang dan mengharukan (halah apa sih).

HARI KEDUA

     

Karena pada bergadang, jadi pada capek semua, akhirnya rata2 pada bangun jam 09.30. si W, MD, V, MN, dan E berjalan2 sekitar komplek untuk olahraga dan mencari udara yang benar2 sejuk. Benar sih, udaranya masih sangat sejuk dan dingin, apalagi habis ujan seharian kemarin. Karena itu sisanya masih melanjutkan tidur mereka.

 

Akhirnya setelah semuanya siap untuk check out jam 12.20 dan mengembalikan kunci ke pihak peminjam. Karena pada bangun siang, akhirnya kita ga jadi muter2 kota bunga yang konon banyak hiburannya. Yah sudah, akhirnya kami melanjutkan perjalanan sembari balik ke Jakarta. Rencana ke telaga dan waduk pun berantakan karena kabut tebal turun dan waktu sudah cukup sore. Akhirnya mampir dulu di rindu alam untuk makan siang. Setelah itu melanjutkan perjalanan ke Cimory Riverside dam beli susu (Rp 16.500/botol per 23 Feb 2014) yang sebelumnya sempat sedikit tertahan karena program 1 jalur yang “SANGAT” tepat pada 15.15. Dan akhirnya kami berpisah rombongan, mobil pertama langsung kembali ke Jakarta karena mereka ada beberapa keperluan penting, sementara mobil kedua melanjutkan perjalan ke Bogor.

Sesampainya disana, si S, B, RD dan M membelikan pesanan dari W (mobil 1) adalah asinan bogor (Asinan buah, sayur, dan campur Rp 16.000 per 23 Feb 2014). Kemudian kami melanjutkan membeli oleh2 ke Roti Unyil (1 pc Rp 1.450 per 23 feb 2014) dan setelah itu sempat makan malam dahulu di Kedai Kita. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang dari Bogor lepas pukul 20.00 menuju Jakarta. Benar2 beruntungnya kami jalanan sangat lenggang dengan kecepatan santai pun, kami mencapai Jakarta dengan waktu tempuh sekitar 30 menit saja.

Kebanyakan pembaca pasti bertanya2, kenapa si S, B, RD, dan MN ngotot tetap berangkat meskipun diterjang berbagai kendala?? Karena mereka prihatin dan ia melihat si W sudah bayar booking tempat dan si V yang notabene cewek sendirian disana saat itu. HEROIC yak😀

“Perjuangan tidak ada yang sia2 bahkan jika kamu berjuangan untuk kepentingan orang lain, maka berkat yang kamu dapat melebihi apa yang kamu lakukan asal tulus. KENYATAAN berdasarkan PENGALAMAN!”

Sebuah cerita yang mungkin tak penting, namun bermakna bagi penulis. PASTI ada hari lain yang lebih seru untuk kembali di ceritakan.

Next trip? WHY NOT??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s